Mandiri Investasi Perluas Pasar

Maret 29, 2010 pada 6:59 pm | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: ,

JAKARTA,MINGGU-Di tengah pasar keuangan dunia yang tidak menentu, Mandiri Investasi mengalami peningkatan dana kelolaan reksa dana dari Rp 3,1 triliun pada awal 2008 menjadi Rp 6,6 triliun hingga September 2008 atau naik 112,9 persen. Demikian dikemukakan Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi Andreas M Gunawidjaja, dalam siaran pers, Minggu (5/10).

Pertumbuhan itu sekaligus mendongkrak peringkat perusahaan pengelola reksa dana itu dari urutan ke sembilan menjadi ke tiga di Indonesia. Menurut Andreas, penyebab utama PT Mandiri Manajemen Investasi tidak terpengaruh oleh kekisruhan pasar keuangan dunia adalah perusahaan itu fokus berinvestasi pada surat-surat berharga (efek) yang diterbitkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia.

“Mayoritas total dana investasi Mandiri Investasi ditempatkan pada obligasi pemerintah, obligasi korporasi, saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan instrumen pasar uang di dalam negeri,” ujarnya. Selain itu, kenaikan total dana kelolaan Mandiri Investasi dipicu tingkat kepercayaan investor yang tidak terpengaruh oleh goyahnya industri keuangan internasional.

Andreas menambahkan, saat ini Mandiri Investasi mengelola tiga produk reksa dana terproteksi yang memiliki penyertaan investasi pada surat berharga luar negeri. Namun, pihaknya tidak berinvestasi pada surat-surat berharga dengan produk acuan (underlying aset) yang menjadi penyebab krisis keuangan global saat ini, seperti sektor properti dan sektor keuangan di Amerika Serikat.

Berkaitan dengan peningkatan dana kelolaan Mandiri Investasi, pihaknya berencana untuk menawarkan produk investasi baru jangka menengah mulai Oktober, berupa empat produk reksa dana terproteksi. Jangka waktu reksa dana terproteksi itu hingga 59 bulan.

Pendidikan Investasi Jangka Panjang

Maret 29, 2010 pada 6:54 pm | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: ,

JAKARTA, SENIN - Pendidikan harus dijalankan dengan sungguh-sungguh karena merupakan investasi yang akan memberi keuntungan besar bagi Indonesia di masa depan. Karena itu, pendidikan harus bisa dinikmati semua orang secara berkualitas.

“Hasil pendidikan itu akan kita nikmati nanti, tidak secara instan. Karena itu, pendidikan tetap harus jadi prioritas untuk perbaikan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan mampu bersaing,” kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo di sela-sela buka puasa bersama media massa di Jakarta, Senin (21/9).

Menurut Bambang, peningkatan anggaran pendidikan yang cukup signifikan pada 2009 memberi peluang untuk peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. (ELN)

Pengusaha Dubai Tertarik Investasi di Jabar

Maret 29, 2010 pada 6:40 pm | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: ,

BANDUNG, RABU- Provinsi Jawa Barat mulai dilirik investor dari Dubai, Uni Emirat Arab. Kemungkinan besar, sektor yang akan dilirik yakni di bidang usaha mikro, kecil menengah atau UMKM. Hal ini karena 90 persen usaha di Jabar bergerak di sektor UMKM.

Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf seusai berdialog dengan perwakilan pengusaha dari Dubai dan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jabar, di Bandung, Rabu (22/10).

Dede menilai, Dubai memilki peluang untuk menjadi investor di Jabar, untuk itu dia meminta HIPMI untuk merumuskan bentuk kerjasamanya. “Yang saya tahu, investor dari Timur Tengah agak susah datang ke negara ketiga seperti Indonesia. Biasanya mereka main di pasar modal, tidak langsung ke sektor rill, sehingga kerjasama ini perlu dipererat,” katanya.

Meski demikian, Dede belum melihat secara pasti bidang apa yang mereka minati. Akan tetapi umumnya pengusaha Dubai membeli produk di Indonesia untuk di ekspor. “Ketika tadi berbicara tentang pupuk cair, mereka tertarik, tapi saya yakin itu bukan untuk mereka pergunakan sendiri, akan tetapi diekspor lagi,” ungkapnya.

Wagub mengatakan, krisis global yang menyebabkan kenaikan inflasi memaksa Amerika Serikat melakukan pembatasan impor. Kondisi ini bisa saja mengancam nilai ekspor Jabar. Maka, menurutnya sudah waktunya Jabar mengalihkan negara tujuan ekspor terutama ke timur tengah.

“Mudah-mudahan ekspor ke Amerika (Serikat) bisa di subsitusikan ke Timur Tengah. Pasarnya masih cukup luas karena mereka menjadi pusat perdagangan di seluruh Asia,” tutur Dede.

Ia melihat Timur Tengah tidak terlalu merasakan efek dari krisis global. Hal ini dikarenakan negara-negara di kawasan itu tidak menginvestasikan modalnya di dalam negeri seperti Amerika, tetapi investasinya di luar negeri.

“Krisis ini hanya akan mengurangi profitnya bukan membuat negaranya kolaps,” tambahnya.

Ketua bidang Pariwisata HIPMI Jabar, Isnael Iskandar mengatakan ketertarikan pengusaha Dubai ke Jabar dikarenakan Jabar memiliki UMKM yang cukup banyak dan Bandung merupakan pusatnya. Selain itu, karena faktor kedekatan dengan ibu kota yang mampu mengefisienkan pengusaha Dubai untuk memantaunya.

“Tampaknya, mereka tertarik dengan UMKM di bidang garmen tekstil, furniture dan handycraft,” kata Isnael. Saat disinggung mengenai besarnya nilai investasi, dia mengatakan yang paling penting adalah pengusaha Dubai mau mengalihkan dananya yang ada di luar negeri ke Asia.

Indonesia-Brazil Kerjasama Investasi Gula

Maret 29, 2010 pada 6:36 pm | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , ,

JAKARTA, SENIN - Indonesia dan Brazil akan melakukan kerjasama pembangunan pabrik gula dan biodiesel dari minyak sawit mentah (“crude palm oil”/CPO).

Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Bachrul Chairi di Jakarta, Minggu (19/10), mengatakan bahwa dua perusahaan Indonesia yang akan ikut dalam misi dagang ke Brazil dalam waktu dekat telah melakukan pertemuan intensif bersama mitra kerjanya di Brazil.

“Yang sudah ada proyek jelas itu dua perusahaan itu. Mereka sudah ada pertemuan intensif,”ujar Bachrul tanpa merinci nilai proyek dan nama perusahaannya.

Misi dagang yang akan dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu memang difokuskan pada upaya promosi investasi di dua negara.  Selain dua perusahaan tadi, masih ada empat lainnya yang juga akan menjajaki peluang investasi di Indonesia maupun Brazil.

PMA menguasai investasi yogyakarta

Maret 29, 2010 pada 6:33 pm | Ditulis dalam Manajemen diri | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: ,

YOGYAKARTA, RABU -  Pascagempa iklim investasi di DI Yogyakarta terus membaik. Tahun lalu investasi yang masuk didominasi Penanaman Modal Asing atau PMA senilai 13,88 juta dollar Amerika, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN senilai Rp 61,04 miliar.

Awal tahun 2008 sudah ada investasi yang masuk dari PMA senilai 400.000 dollar Amerika untuk bidang industri pakaian jadi dan tekstil. ¨Kami yakin minat investor akan terus meningkat karena pemulihan pascagempa tergolongan cepat,¨ kata Kepala Sub Bidang Peningkatan Potensi Investasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Sugeng Purwanto, Rabu (20/2).

Dalam beberapa tahun terakhir, investasi yang masuk ke DIY didominasi oleh PMA. Mereka biasanya bekerjasama dengan para pengusaha lokal untuk membangun usaha tertentu. Ada juga yang PMDN tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak. Ke depan PMA kemungkinan masih terus mendominasi mengingat sumber dana mereka cukup besar, katanya.

Menurut Sugeng, nilai investasi yang masuk pada tahun 2007 lebih tinggi dari 2006. Sebagian besar investasi tersebut di bidang usaha furnitur dan perdagangan. Tahun 2006 banyak investor yang masih ragu. Mereka cenderung menunggu sampai rekonstruksi pascagempa membaik dan iklim ekonomi kembali menggeliat, katanya.

Setiap investasi yang masuk harus mengurus izin dari pusat hingga ke pemerintah daerah. Sejak otonomi daerah Pemprov tidak memiliki wewenang apa-apa dalam hal penerbitan surat izin. Kami hanya mendata saja para investor yang masuk ke DIY. Izin diurus di pusat dan pemerintah daerah masing-masing. Karena tidak memiliki wewenang apa-apa, kami juga tidak dibebani target investasi, katanya.

investasi harus mengikuti

Maret 29, 2010 pada 6:31 pm | Ditulis dalam Manajemen diri | Tinggalkan Komentar
Kaitkata: , ,

JAKARTA, RABU - Kebangkrutan bank investasi AS Lehman Brothers diperkirakan tidak akan mempengaruhi investasi asing di Indonesia. “Secara internasional akan mempengaruhi tapi untuk investasi langsung ke Indonesia tidak begitu terpengaruh, karena target kita adalah investasi langsung oleh perusahaan,” kata Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Yus’an, di Jakarta, Rabu (17/9).

BKPM mengaku, optimistis target pertumbuhan investasi yang dipatok 15 persen tahun ini bisa tercapai dengan strategi promosi baru yang diterapkan. “BKPM sudah ada target investasi dan fokus negara mana saja serta bidang yang dipromosikan. Kita fokus berpromosi ke Jepang, Korea, AS juga terus kita promosikan,” ujarnya.

Untuk negara tertentu, lanjut Yus’an, BKPM memfokuskan promosi sektor khusus seperti Australia untuk investasi di sektor pertambangan, negara-negara Timur Tengah untuk bidang pariwisata dan pertanian.

Yus’an menambahkan realisasi investasi masih terus tumbuh positif. Ia menyebutkan realisasi investasi Januari-Juni yang tumbuh sebesar 160 persen dibanding pencapaian periode sama 2007 atau mencapai 6,56 miliar dollar AS.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.