PASAR, BARANG SWASTA, dan BARANG SOSIAL

Barang swasta dan pasar. barang swasta adalahbarang yang dapat diperoleh dengan membayar di pasar. Barang tersebut memiliki ciri “excludability dan rivalry. Excludablity adalah prinsip hak milik atau property right, orang lain yang tidak membayar dapat di exclude atau dikeluarkan dari memilikinya, dan tidak berhak menjualnya.

Rivalry adalah prinsip di mana manfaat diinternalisasi atau dipribadikan. Orang lain yang ikut mengkonsumsi barang tersebut akan mengurangi hak atau manfaat orang pertama. Sepotong ikan yang dibeli di pasar akan berkurang manfaatnya jika orang lain ikut memakannya.

Semua barang yang bersifat swasta yaitu bersifat excludability dan rivarly dapat disedikan di pasar. Barang barang ini dapat mewujudkan harga, yaitu, berasal dri tarik menarik dari kepentingan konsumen dan produsen.  Jika barang barang ini disediakan oleh banyak produsen,  maka produsen akan ditekan oleh kompetisi dan menawarkan harga yang serendah mungkin. Demikianlah ide dari bekerjanya pasar. Harga sudah tepat jika besarnya sama dengan biaya marginal[1] untuk menghasilkannya.  Pada harga itu jumlah yang ingin diproduksi oleh seluruh produsen sama dengan jumlah yang ingin dibeli oleh seluruh konsumen yang memiliki daya beli.

Barang barang nonrival. Jika suatu barang berisfat nonrival, maka jika ada orang lain yang ikut menggunakan barang itu, tidak mengurangi manfaat orang yang pertama. Contoh, seseorang yang menikmati lampu jalan, tidak berkurang mnfaatnya ketika orang lain ikut menikmatinya, tentu saja asal tidak padat sekali. Orang yang lewat di jalan tidak berkurang manfaatnya ketika orang lain juga ikut lewat. Biaya marginal untuk menyediakan  satu konsumen tambahan adalah nol, di mana menurut hukum harga sama dengan biaya marginal,  maka harga di pasar juga nol. Walaupun biaya tmabahan yang diperlukan untuk bertambahnya satu konsumen nol, tetapi pengadaan pertamanya tetap memerlukan biaya yang mungkin besar. Contoh jalan raya dibangun dengan biaya awal yang besar, walaupun tidak setiap tambahan satu orang lewat perlu disediakan tamabahan biaya.

Kegagalan pasar berkaitan dengan konsumsi nonrival dan nonexclusion.

Jika suatau barang bersifat nonrival, atau, bersifat jointly consumed maka akan sulit dikecualikan yang membayar atau tidak. Pasar  dalam arti suplai – demand yang biasa tidak dapat berlaku. Siaran radio sulit membedakan yang bersedia membayar dan yang tidak, demikian juga orng lewat di jembatan, dan orang yang menikmati lampu jalan. Mungkin saja suatau barang publik, konsumsinya bersifat rivalry misalnya penggunaan air sungai, penggunaan jalan raya pada jam sibuk, akan tetapi mungkin sulit atau tidak efisien melakukan penjagaan untuk melakukn pengecualian.

Barang barang yang bersifat rival dalam konsumsi dan sangat mungkin melakukan pengecualian yang membayar dan yang tidak membayar, disebut barang swasta murni. Barang-barang  tersebut akan efisien diserahkan pengadaannya kepada mekanisme pasar. Pada sisi lain, barang – barang berisfat nonrival dalam konsumsi, dan tidak mungkin dilakukan pengecualian disebut barang publik murni. Terdapat juga barang di antara keduanya, disebut semi publik, yaitu kosnsumsinya bersaing tetapi pengecualian sulit, atau konsumsi tidak bersaing dan pengecualian bisa dilakukan, contoh tiket masuk untuk melihat pemandangan sebuah taman buatan.

Teknik-teknik pengecualian ternyata berkembang sejalan dengan kemajuan rekayasa, seperti pembuatan jalan tol, penyaluran air ke rumah-rumah, demikian juga api atau gas dan listrik. Pendidikan atau hak mengindera ilmu pengetahuan yang semula bersifat publik bisa dibtasi dengan memberi sertifikat yang membayar. Hal – hal terakhir ini menimbulkan perdebatan, karena ketika pengecualian dimungkinkan dan klasifikasi konsumen dimungkinkan, maka terjadi gap konsumsi yang berakibat jauh seperti pelestarian strata sosial melalui pembatasan akses kepada pendidikan. Demikian pembayaran kepada akses air, listrik, dan gas menimbulkan masalah sosial. Di negara yang mengalami musim dingin, sampai nol derajat atau minus, mesin penghangat dengan listrik atau gas sangat vital. Orang-orang miskin bisa mati kedinginan karena untuk memperoleh barang ini harus membayar. Demikian juga kasus penyaluran air bersih di negara sedang berkembang di daerah tropis. Apakah listrik, gas, dan air harus dibebaskan dari membayar, tentu saja konsumsi per keluarga akan berlebihan dan suplainya menjadi tidak mencukupi.

Akhir-akhir ini terdapat kecenderungan menswastakan pengadaan barang publik. Akibatnya perhitungan investasi dan harga serta mekanisme pasar akan menyaring rakyat yang bisa membayar dan tidak bisa membayar. Hal tersebut akan menambah beban kemiskinan rakyat, karena barang-barang yang semula gratis kini harus dibayar dan akan mengurangi daya belinya untuk barang esensial yang lain.

Pemenuhan Barang Publik

Pasar terdiri dari empat komponen penting, yaitu, adanya pembeli yang membentuk permintaan umum yang terdiri dari berbagai konsumen dengan aneka daya beli yang dimiliki. Perilaku konsumen tersebut digambarkan sebagai kurve permintaan yang makin besar jumlah yang ingin dikonsumsi ketika harga semakin rendah. Kedua, terdapat penjual yang melayani konsumen tersebut, penjual bisa hanya satu, beberapa, atau banyak,  yang berpartisipasi di pasar tergantung dari tingkat efisiensinya. Perusahaan yang lebih efisien dapat tetap berpartisipasi ketika harga turun menjadi sangat rendah. Sebaliknya, perusahaan yang kurang efisien hnya akan berpartisipasi jika harga relatif tinggi.

Komponen ketiga dan  keempat adalah adanya harga dan kuantitas yang ditransaksikan di pasar tersebut. Jika, barang yang ditransaksikan di pasar bersifat nonrival, misalnya jalan, maka konsumen bisa menyembunyikan kebutuhnnya. Misalnya, ketika, jalan akan dibangun diumumkan kepada masyarakat, maka sebagaian konsumen akan mengatakan tidak membutuhkn jalan itu. Akan tetapi,  ketika jalan itu terwujud, konsumen yang semula menyembunyikan kebutuhannya sekarang ikut menumpang lewat. Kejadian tersebut disebut free rider, atau penumpang gelap, tidak lain adalah konsumen yang tidak mau ikut menanggung biaya pengadaan.

Cerita di atas menunjukkan bahwa pasar dalam pengertian  yang biasa tidak dapat memecahkan masalah pengadaan barang yang konsumsinya bersifat nonrival. Pengadaan barang konsumsi berasama yang bersifat nonrival, harus melibatkan pemerintah. Pemerintah dapat memainkan peran dengan mengadakan barang tersebut dan memaksakan pembayaran produksinya kepada seluruh warga negara.

Sebagai contoh terdapat sebuah pemerintah dengan dua kelompok penduduk untuk pengadaan sutu barang publik – misalnya lampu jalan, kelompok pertama adalah kelompok pnduduk miskin dengan permintaan yang lebih rendah, kurve permintaan penduduk tersebut berada pada level yang lebih rendah. Kelompok kedua, penduduk yng lebih kaya mengekpresikan kurve permintaan yang lebih tinggi. Permintaan listrik agregate dari dua kelompok dapat digambarkan sebagai penjumlahan kedua kurve permintaan. Pertemuan kurve agregat dengan kurva suplai yang tidak lain adalah pemerintah menunjukkan harga  jual dan kuantitas listrik yang harus diproduksi. Supaya terpenuhi asas adil, harga tersebut diberlakukan berbeda kepada kelompok miskin dan kelompok kaya. Kelompok miskin dipungut lebih rendah dan kelompok kaya dipungut lebih tinggi. Cerita di atas dapat digambarkan dengan modifikasi kurve permintaan dan penawaran yang biasa.


[1] Biaya marginal adalah tambahan biaya per satuan yang diperlukan untuk memproduksi barang pada kapasitas persuhaan yang terakhir. Karena adanya hukum atau kebiasaan produksi yang berubah hasil totalnya dengn bertmbahnya input maka biaya marginal mula-mula turun dan kemudian terus meningkat.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: